Sleepless in Solo

January 24th, 2009 by karin

Diantara banyak tanya dan efek insomnia khas Saturday night fever aku mencoba sedikit menoreh…

Waktu memang begitu lihai bersembunyi dan berlari di antara kisi-kisi belahan hari, membius dan jika tak cukup bijak bisa-bisa makin mengurangi jatah berkarya di dunia yang makin sesak ini.

Dalam keheningan, aku bergumam sendiri dan berkata ‘’Kesederhanaan adalah segalanya, karena semua hal hanyalah sementara, di duniaku ini yang fana.’’ Langit Jakarta memang masih kelam diatas sana, sementara tanahnya masih lembab sisa basuhan air hujan, dan beberapa insan warga ibukota masih tampak berlalu lalang di luar sana.

Aku, sendirian, tanpa merasa kesepian, hanya sendiri dan terjaga tanpa henti. Sudah pukul 1.30 dini hari, tiada dugem, tiada penat, hanya ingin rehat.

Aku rindu dia…

Jakarta begitu menyita waktu’ku, dunia begini mengisi hati’ku, kian ku melangkah… rasa lelah itupun makin punah.

Aku rindu dia…

I think I’m sleepless in solo, again, tonight.

Tutup Buku, Buka Baru

January 1st, 2009 by karin

New days to come, old days have been transformed, karena tahun 2008 telah resmi berstatus silam akibat sudah tergantikan oleh tahun baru 2009.

Gee, time’s really running out so fast!

Entah karena terlalu banyak hal yang aku pikirkan atau entah karena kebanyakan kegiatan, aku jadi merasa waktu ( including days, weeks, months, seconds, minutes, and hours) berlalu begitu saja tanpa permisi dan tanpa basa-basi.

Biasanya, di akhir taon, well, almost in every end of the year I always make a new year’s resolution plan. Memang, kebiasaan yang terlalu biasa, karena tidak aku saja di dunia ini yang melakukannya. Walaupun tiap orang memiliki cara yang beragam; ada yang menuliskannya besar-besar di selembar kertas yang kemudian akan dipasang dan dipajang dalam tembok kamar, ada pula yang mencantumkannya dalam organizer di agenda atau telpon seluler, dan ada pula yang melukiskan resolusi satu tahunnya sebagai grafis wallpaper dan memasangnya di desktop PC atau notebook tercinta, atau ada juga orang yang bisa mencamkannya dalam-dalam di hati saja, serta masih banyak lagi bentuk kreativitas insani dalam merangkum poin keinginan bagi hidup baru (dengan harapan akan member perubahan dalam hidup ke depan). Been there, done that! Hehehe….

Sementara itu, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kini, sebelum membuat daftar suci untuk pijakan di tahun 2009, aku (entah untuk yang keberapa kalinya) kembali menatap that sacred list; resolusi tahun 2008 milik ku, yang sudah tidak sepadat berisi dan secompact resolusi di tahun-tahun sebelumnya (tanda pesimis atau makin realistis kah? Huehue). Hal yang agak langka aku lakukan, mereview jujur-jujur apa saja yang sudah terjadi di tahun 2008 ini (mungkin karena euphoria banyak tayangan kaleidoscope di TV yang banyak beredar akhir-akhir ini atau mungkin hanya karena keinginan pribadi untuk be a better person, aih!).

Lalu, beberapa hari sebelum aku berangkat berlibur ke luar kota, aku memutuskan untuk mengisolasi diri di kamar dengan sumpalan telinga berbunyi musik-musik bule bising keluaran si ipod kotak setia dan buku keramat itu. Yup, just the three of us! Aku pun membuka kembali chip memori di otak 512MB’ku untuk mereview and menghayati…

Rewind,

Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember, Desember.

2008…

12 bulan, +- 365 hari…

Ada yang datang & ada yang pergi…

Ada yang hilang & ada yang kembali…

From January till December,

Good times, bad times, so-so times, and great times.

Ups & downs

Smiles, laughs, angers, and tears.

Get some & lose some.

Been there, done that! I survive!

Fast forward, in summary, tahun 2008 seems look better than before. Most of my resolution plans of the year come true! Yippee! Bahkan ada yang di luar dugaan; out of my expectation (positively and negatively), tapi tetep yang bagus-bagus yang menang! Aih, senangnya! ^^

A chapter of mine is going to close, pretty soon.

It’s closing time.

But, hey, new life is waiting for me, because every new beginning comes from some of beginning ends.

Kini, aku bisa berlibur kembali dengan tenang, dengan PR besar ikut serta, yakni ‘constructing the new year’s 2009 resolution plan of mine’……….. zzzz…

The End.

**MANY GOOD WISHES. WISH US A MUCH BETTER AND HAPPIER NEW YEAR OF 2009**

December 15th, 2008 by karin

DON’t love me for fun, boy. Let me be the one, boy. Love me for a reason. Let the reason be love…..

(aih…..)

Waiting the Prince

November 11th, 2008 by karin

 

Seminggu yang lalu, tepatnya, Senin yang lalu (3 Nov 2008), merupakan hari cukup ‘bersejarah’ buat aku. Why? karena banyak hal yang enak, sampai yang tidak mengenakkan buat aku terjadi dalam kurun waktu less than 24 hours! Dan semuanya berkenaan dengan satu nama; Pangeran Charles.

Biasanya, aku termasuk orang yang tergabung dalam komunitas “I hate Monday’, dikarenakan hari ini (Senen-red) adalah hari yang paling nyebelin dalam sepekan dengan segala kehiruk-pikukan yang memekakkan jiwa (entah karena deadline yang menumpuk pasca weekend, kemacetan yang tiada tara, sampe banyak hal yang nyebelin yang khas Senen-yang-patut-dibenci). Namun, suatu Senen itu, yaitu 3 November lalu (seharusnya) menjadi ’No, I Like Monday!’, karena sore itu aku akan bertemu si Pangeran. Yipie! Pangeran, yang selama aku masih kecil dulu selalu aku senandungkan bait-bait lagu khas mainan bocah yang menyebutkan namanya, lagu yang aku nyanyikan bersama teman-teman sepermainan di sela-sela ‘ular naga yang panjang bukan kepalang’ itu.

Siapa sangka, bertahun-tahun kemudian, ketika aku sudah tidak kecil lagi, aku bertemu dengannya, i’m meeting with the prince (yang kini bahkan tidak aku ingat lagi lagu yang dulu pernah kusenandungkan untuknya). Yup, i’m so damn lucky to have opportunity to met him; the royal highness, prince of wales… (so lucky? or just a lil bit lucky, as i found some unfortunate events before, during and after the ’sacred meeting’.

(to be continued)

renungan demi masa depan tanpa koma

November 11th, 2008 by karin

 

- - renungan demi masa depan tanpa koma - -

 

KariN

[June 19/2008]

 

Merenung ku sendiri,

Memikirkan diri,

Meresapi imaji yang makin penuh mimpi,

Menerawang ke relung hati yang makin tak kenal mati.

 

Semakin malam, semakin kelam,

Semakin larut, semakin hanyut,

Tak pernah padam, tak pernah redam,

Tak ingin berlalu, tak ingin malu.

 

Masa depan pun menjelang, masa lalu tlah menghilang, 

Masa kini menemani dan meminta pembuktian daya juang,

Tiada sesal, tiada kesal,

dari masa dan demi masa.

 

Kini, hanya ada satu antara: 

obsesi dan mimpi,

cita-cita dan doa,

harapan dan keinginan,

rencana dan tindakan,

rasa, logika dan realita.

Semua di antara itu berpacu dan berpadu dalam waktu,

Demi masa depan tanpa koma yang jauh lebih baru! 

————————————————**————————————————-

pagi-pagi kog ajaib

October 22nd, 2008 by karin

Do you remember the laughter and the joy?

Hal yang paling penting adalah … “kamu TAHU bahwa kematian itu ada dan akan datang, YOU MUST KNOW, NOT AFRAID, JUST KNOW IT!” dia selalu berkata itu.

Setiap hari aku selalu sadar bahwa waktu atau durasi aku berkurang dan berkurang, ketika di saat yang bersamaan umur aku semakin bertambah dan bertambah bobot digitnya.

Sungguh tragis? Tidak juga, karena memang begitulah hidup ini apa adanya. Yang terlahir akan kembali bila masa aktifnya sudah expired. Menurutku yang mampu membuat siklus kurang dan tambah menjadi mengenaskan adalah ketika ada manusia yang tidak tahu bagaimana menikmati hidup yang sejatinya dijatah satu kali bagi setiap insani.

 

Suatu pagi, seperti biasanya aku melalui rute yang sama untuk dapat tiba di “hutan kecilku”. Namun, pagi ini ada yang tidak biasa. Ada kejadian diluar biasanya yang aku jumpai pagi ini. Ada sebuah pemandangan yang tak lazim yang aku temui di sekitar penyangga kokoh kaki-kaki rumah persinggahan Bus Trans Jakarta, hanya beberapa jarak dari kerajaan dimana ‘hutan kecilku’ berada. Pemandangan tak lazim yang cukup indah, menurutku, karena hal itu dapat membuatku tersenyum sambil menahan geli tawa di jiwa. Tanpa bermaksud sok tahu, namun aku tahu benar apa yang aku lihat dan aku rasakan saat itu.

Seorang laki-laki, entah masih bersifat cowok atau pria (aku tak peduli, hehehe) bersama seorang pria lainnya baru saja turun dari sebuah angkutan umum besar di pelataran halte di samping kaki-kaki kokoh rumah persinggahan si Busway. Ada yang beda dengan mereka berdua, begitu bedanya sampai mencolok mata semua orang yang berada di tengah keramaian hiruk pikuk kaum heterogen pagi kalangan jalan Sudirman, termasuk aku.

Dua pria berpenampilan gothic rada-rada punk. Tidak ada yang aneh sebenarnya dengan hal ini, karena memang banyak banget pemandangan ‘model begituan’ di Jakarta. Namun, yang membuat mereka tampak beda, karena salah satu dari keduanya tampak ‘sangat unik’ untukku.

Salah satu dari kedua pria itu memakai outfit gothic punk yang agaknya banyak berbeda dari yang biasanya. Sebagai deskripsi, si pria yang tidak boleh disebutkan identitas dirinya itu (karena memang aku nggak tahu dan nggak mau tahu ah) mengenakan kaus hitam dan jaket jins hitam belel khas anak punk rock gothic gitu deh dengan bawahan celana legging hitam dan rok, yup ROK tartar; rok tradisional skotlandia motif merah hitam nan pendek namun tak menggoda bila dibandingkan dengan apa yang digunakan oleh para ABG di sinetron kejar tayang (ups, not important).

Yup, pagi-pagi udah dapet pemandangan khas acara “Ripley’s: Believe it or Not”. Seorang cowok atau lebih sopannya seorang pria muda berjiwa punk rock gothic metal (I think I should just mention it this way, just in case ada perpaduan masing-masing elemen tersebut dalam fashion statement si pria tsb) yang menggunakan celana legging super ketat warna hitam dan dihiasi dengan rok skotlandia sebatas diatas dengkul dikit itu bersama teman satu padepokannya berlalu lalang dalam suasana ramai pagi di salah satu sudut sibuk Jalan Sudirman Jakarta pagi itu dan bagi beberapa orang, termasuk aku, telah sukses menjadikan rutinitas pagi hari itu sedikit berwarna (hitam dan merah).  Yeah, that’s a fact and that’s real. Aku begitu kagumnya sampai tidak tega untuk berlalu secepatnya sambil tertawa di jiwa dan di muka setelah puas memandangnya sesaat, lalu bergegas menuju ‘hutan kecilku’ tanpa menoleh ke arah mereka yang tampaknya masih terlihat mencari-cari bus jurusan yang akan ditumpangi berikutnya.

Hanya beberapa detik yang telah menjadi bagian dari slideshow edisi pagiku di hari itu.

Buat si pria yang menjadi ‘cameo’ dalam episode ini, aku ucapkan terimakasih telah berbagi visi dan misi serta komposisi. Teman anda sungguh berani dalam ‘menyatakan’ jati dirinya. You guys rock! Eh punk! Eh, atau you guys rule? Ah jadi bingung, pokoknya keren deh…

no fake freedom, no more

August 21st, 2008 by karin

- - NO FAKE FREEDOM, NO MORE* - -

KariN

[August 17/2008]

 

I wish it just more than a wish… (Hope
we can make it happen. Together we can, if we believe, have great faith upon it
and do something!) 

 

No more afraid of tomorrow,

No more difficulty in era and cope the sorrow.

 

No more tears,

No more fears,

No more crimes,

No more corruption rhymes.

 

No more goofy bureaucracy,

No more piracy.

 

No more impractical demonstration,

No more poor education,

No more environmental devastation,

No more violation,

No more selfish medication,

No more humiliation.

 

To be free is to feel free,

To feel that we can always be free,

To be and to feel…

 

Free from social, political and environmental worry,

Free from poverty.

Free to fulfill our daily necessity,

Free to enjoy and be a sustainably happy.

 

Free in diversity.

Free in equality.

Free in prosperity.

 

Independence.

It’s more than a declaration,

It’s more that just a bunch of celebration,

It’s more than ceremonial procession,

It’s all about nationalism and innovation,

It’s about passion and devotion to our dearest and beloved nation.

Indonesia.

 

————————————————**————————————————-

Dedicated as my small
contribution in celebrating the 63th Independence Day and 100
years National Awakening of Indonesian. 

My Green Light for a Green Life

August 11th, 2008 by karin

What
happen to me, what happen to us, what happen to our home, what happen
to our planet?

What
is happening to the world?

Beside
poverty and terrorism, now we face another form of ‘crime’ called
GW. GW stands for global warming. It is so called crime as GW can
make poor people poorer and threat people life. In short, the global
warming is caused by the green house effects that decreasing the
average temperature of planet earth and slowly but sure destructing
metabolism of our planet. GW is a so called worldwide plague that
brings inconvenient truth to the human race. The truth that our
planet is seriously ill and the fact that we, people, are actually
the main actor that should be blamed for our
irresponsible-behavior-back then. It is a crime the way some people
mistreat their environment. In the name of economy, in the name of
prosperity, and in the name of short-time-profit, we take a lot of
advantages from our beloved mother earth. Industry and technology
bring easiness in human life, indeed we need them. Electricity and
efficiency give a lot of benefits for us, it’s so damn true. But,
sometimes (but too often) people simply forget how to manage all
those innovations and use every part of the gifts given by the planet
earth wisely. Pollutions and environment destructions are created by
human. We have done a lot of nature corruptions. Natural disasters,
unfriendly weathers, starvation, or destructive warming around the
globe… No more please. It’s not (only) about saving the
environment or in wider perspective our planet, but also deals with
saving our own life; we, human!

I’m
so much relief that I’ve got my wake up call soon. I’m so worry
that my-child-and-my-grand-children-to-be would not be able to enjoy
their right of living in a ‘healthy planet’. I’m so much
useless if I just keep silence about it and do nothing. I’m so much
aware that no-action-talking-only is no use. I’m so helpless if I
just keep crying and never act even a thing. Napoleon Hill says “If
you cannot do great things, do small things in a great way”. That’s
why I decided to take a little action by never stop questioning about
any things related to the GW issues and learning more and more to
find the answer. That’s why I decided to stay connected and
committed to earth and humanity as much as possible, as positive as I
can. That’s why I decided to start a little step every day for
getting more and more clue about GW while keep consisting to do small
things for this big planet and for the future. As Malcolm X believed,
“The future belongs to those who prepare for it today”. Well
guys, I just started it  

*[KariN
for planet/earth, August 2008]

Ku Tlah Jatuh Cinta… lagi.

August 11th, 2008 by karin

Yeah,
I’m falling in love again, totally
,
ever and forever.

Dia
begitu indah, dia begitu menyenangkan, dia begitu menenangkan, hmm,
dia begitu sempurna. Karena dia begitu mencintaiku, dengan tepat,
dengan murni. Dengan indahnya. Dan hebatnya, semua itu dia berikan
tanpa perlu aku minta. Dan, oleh karenanya aku juga begitu
mencintainya. Selamanya.

 

Siapakah
dia?

Sebenarnya
selama ini dia berada di dekatku, tidak begitu dekat namun tidak
terlalu jauh. Butuh waktu yang agak cukup lama untuk menyadari
perasaan ini. Dan butuh waktu yang cukup lama dan melelahkan untuk
dapat ‘menyentuhnya’ kembali dan merasakan aroma serta
kekhasannya. Mungkin karena selama ini, aku terlalu asik dengan
rutinitas dan kepenatan diri terasing di kehidupan urban hingga
membuat segala sesuatu tentang dirinya agak terabaikan.

Sampai
akhirnya, suatu ketika aku benar-benar jenuh dengan semua kepenatan
kehidupan dan memutuskan untuk take
a break

dan pergi sejenak untuk mencari dia, dia yang kini tlah membuat aku
terlena dalam merasakan keindahan dirinya.

Sungguh
ajaib, betapa aku bisa lupa akan segala kepenatanku di ‘dunia
nyata’ ketika aku menghabiskan waktu bersama dia, just
spent great times enjoying life
.

Hanya
dengan bersamanya, aku bisa merasa sejuk, bahkan terkadang merasakan
dingin dan panas dalam kesinambungan rasa yang penuh harmoni. Dia
dengan segala keindahannya memberikan aku hembusan udara yang penuh
cinta, sentuhan lembut yang penuh kemurnian, dan pemberian sensasi
rasa yang begitu tulus.

 

Siapakah
dia?

Aku
yakin, semua orang kenal dia. Aku rasa kau juga akan jatuh cinta
kepadanya bila kau bertemu langsung dengannya. Karena dia mampu
memberi dirimu segala isi dirinya untuk dirimu, inside
out
.
Though,
it seems out of reach for some (busy) person, but no need to worry,
it’s free of charge.

Yeah, cinta yang benar-benar tulus dan tanpa pamrih, don’t
cost you a thing
,
akan dia berikan kepadamu, tanpa perlu repot-repot kau meminta. Hanya
1 kuncinya, datang dan rasakan.  Karena dia adalah satu. Karena dia
hanyalah satu. Karena dia adalah… alam Indonesia. Dengan segala
kekayaan dirinya, kemurnian dan keindahannya tlah membuat aku jatuh
cinta, lagi dan lagi kepadanya.

Ku
tlah jatuh cinta kepadanya, dalam arti sesungguhnya. Ku benar-benar
jatuh hati kepadanya. Sepertinya memang begitu adanya, hingga mampu
membuat aku bertahan dalam lelah untuk berjalan penuh peluh dan
mendaki berkilometer-kilometer jauhnya hanya untuk bertemu dengannya
dan merasakan kesejukan nafasnya di ketinggian sana.

Ku
tlah jatuh cinta kepadanya, benar-benar jatuh cinta. Sepertinya
memang begitu adanya, karena rasa itu telah mampu membuat aku menahan
panas terik berjam-jam lamanya tanpa lindungan sunblock
hanya
demi bertemu dengannya dan menikmati desiran ombak jiwanya yang basah
di kedalaman sana.

Entah
di pegunungan ataupun di lautan, di ketinggian maupun di kedalaman
bawah sana, apapun bentuknya dia tlah benar-benar membuat aku jatuh
hati padanya, jatuh cinta yang nyata dengan kesempurnaan alam
Indonesia. Aku cinta Indonesia… terimakasihku hanya tuk
Indonesia’ku 

 

*[KariN
for BumiIndonesia, July 2008]

10 things i’ll miss d most frOM sOLO

August 11th, 2008 by karin

 

Suatu
ketika, a friend of mine, seorang kawan bertanya kepadaku “eh,
enakan mana di Jakarta apa di Solo?”. Lalu aku bilang “yah,
masing2 punya kelebihannya sendiri”.

I
love these two cities, indeed!

 

Well,
speaking about the town, I had my own idea about the state of being
comfort in a city. Apa yang bikin aku nyaman jelas bisa bikin aku
ngerasa kangen.

So,
I think I should tell you about my state of mind upon one of my
favorite cities in Indonesia, namely Solo.

 

 

 

 

 

Ten
things I’ll miss the most from SOLO city
:

 

  1. The
    FOOD

    Nggak tahu kenapa,
ketika inget Solo, hal pertama yang terlintas di kepala’ku adalah
“semar mendem, sego kucing, nasi liwet, tempe gembus, jenang,
selat, baso kalirangan, sate buntel, tengkleng, dawet, timlo, HIK,
dkk…” hehehe. Bukannya karena doyan banget ma makanan, tapi
simply just because the food in this town were totally great! Esp.
makanan khas tradisionalnya. P.S: Great here refers to “enak dan
murah meriAH euy, yakin” 

    Aku jadi inget, dulu
waktu aku baru jadi mahasiswi, aku “seneng dan sering” banget
“maen” ke dua kantin sastra

    FYI, sastra punya 2
kantin, yang di bawah ataupun yang di atas) sampai aku jadi lumayan
dikenal di 2 tempat tersebut, selama aku jadi mahasiswi UNS, hehehe.

  1. The
    CROWD

    Masyarakat Solo tuh
mostly ramah-ramah, tapi bukan rajin menjamah lho, ramah aka friendly
beneran. Orang-orang Solo masih pada murah senyum, baek-baek, dan
sopan sekian. Terutama para tukang becak (khususnya kalau kita naik
becak mereka tanpa pake menawar ongkos, hehehe).   

  1. The
    AIR

    Meskipun akhir-akhir
ini, udara siang begitu panas, dan udara malam lumayan dingin walau
kadang-kadang juga bikin gerah, hawanya masih lumayan enak lah. Bau
udaranya Solo banget deh! ^^

  1. The
    SPOTS

You name it, dari mulai
yang tradisional ampe modern, semua ada di sini. Dari Kraton
(Kratonnya ajah ada dua, Kasunanan ma Mangkunegaran), Kalitan, Psr.
Klewer, Psr. Gede, Sriwedari, TBS, ampe City Walk, Mushro, Hailai,
Solo Grand Mall (SGM), PGS, BTC atau Solo Square, dan masih banyak
lagi..

    Di kota yang tidak
terlalu besar ini ada lumayan banyak tempat2 hangout gaul yang cukup
seru.

  1. The
    STREET

Nggak
pernah macet (kecuali di saat ada perayaan, karnaval budaya or
event-event tertentu semacam demonstrasi atau kirab massal).
Merupakan arena yang menyenangkan bagi para pengendara kendaraan
berban 2 atau beroda 4. Free traffic jams; guarantee, almost in every
time, every corner of street. Indahnya.   

FYI
nama atau judul Bis yang beredar di jalan Solo lumayan “bernama”,
tapi alur treknya kurang bervariasi, mungkin karena jalur jalannya
yah cuman itu-itu ajah, jadi gampang diinget! Tapi jangan harap bisa
menemukan bis yang masih “bernyawa” setelah magrib, karena
sebagian besar udah pada masuk kandang jam 6 sore.

Walaupun
rada sempit dan sering jadi multifungsi, tapi jalan-jalan di Solo
Raya jauh lebih ramah daripada jalan-jalan di JKT. Sayangnya kurang
pedestrian friendly.

 

  1. The
    MEMORIES

Lot
of stories, lot of memories, esp. for me =P… in almost every corner
in this cozy city.

 

  1. The
    BOLO-BOLO

Teman,
sahabat, sisters and brothers of mine, lot of them that I’m gonna
miss a lot. Big hug and kiss, kiss for them; my bolo-bolo in Solo,
hohoho. I miss u all guys!

  1. Bunch
    of Relatives

Yeah,
para anggota keluarga sedarah. Secara, kedua orangtua’ku merupakan
native of solo (aka. keduanya merupakan Solonese, except for my Dad
yang konon kabarnya masih rada bau-bau Belande, wuih, kompeni jauh,
hehehe). Jadi, intinya yah banyak banget sodara aku yang ada dan
berasal dari kota ini, dan pasti bakal bikin aku kangen deh.

  1. My
    Granny

Eyang
putri, Mbah putri aku seorang, yang kadang membuat
kemampuan-berkomunikasi-dalam-berbahasa-Jawa-aku-yang-lumayan-kaku-rada-wagu
ini jadi terpakai dan sedikit terasah.  I’ll gonna miss her so so
very much!! ><

  1. My
    CRIB 

Definitely,
I will miss my room so much. Or, sekarang lebih tepatnya my-ex-room.

Sebuah
kamar kecil di lantai atas… yang sodara-sodara aku menyebutnya
sebagai “omah-mu-kui-loh” (mereka udah ngganggep ruangan atas
searea sebagai “rumah pribadi aku” gitu, secara yang menguasainya
adalah aku.. hehehe).

Kamar
atas’ku, Loteng, balkon tempat aku memandang langit, bintang (dan
jemuran para tetangga, ops… :P)

 

Only
ten things, but absolutely I’ll miss them very so much!

 

Sebenernya
banyak banget hal yang bikin aku jatuh hati dan jadi cinta mati ma
kota Surakarta atau yang lebih beken dengan nama Solo ini, tapi
karena sangking banyaknya bisa-bisa malah jadi bikin aku kangen dan
sedih lagi. Secara aku sudah hidup mengembara di kota ini selama
setengah dasawarsa. So,daripada jadi sedih, mending udah dirangkum
ajah lah jadi 10 biji diatas. Yang enak2, yang bikin kangen, tentu
bakal bisa bikin aku balik lagi, someday, next time.

 

Solo
BERSERI.

Kota
Solo Kota Berbudaya,

Kota
Solo penuh memori dan sejarah untukku, it’s a wonderful city of
mine 

 

*[KariN,
July 2008]