Suatu
ketika, a friend of mine, seorang kawan bertanya kepadaku “eh,
enakan mana di Jakarta apa di Solo?”. Lalu aku bilang “yah,
masing2 punya kelebihannya sendiri”.
I
love these two cities, indeed!
Well,
speaking about the town, I had my own idea about the state of being
comfort in a city. Apa yang bikin aku nyaman jelas bisa bikin aku
ngerasa kangen.
So,
I think I should tell you about my state of mind upon one of my
favorite cities in Indonesia, namely Solo.
Ten
things I’ll miss the most from SOLO city:
-
The
FOOD
Nggak tahu kenapa,
ketika inget Solo, hal pertama yang terlintas di kepala’ku adalah
“semar mendem, sego kucing, nasi liwet, tempe gembus, jenang,
selat, baso kalirangan, sate buntel, tengkleng, dawet, timlo, HIK,
dkk…” hehehe. Bukannya karena doyan banget ma makanan, tapi
simply just because the food in this town were totally great! Esp.
makanan khas tradisionalnya. P.S: Great here refers to “enak dan
murah meriAH euy, yakin”
Aku jadi inget, dulu
waktu aku baru jadi mahasiswi, aku “seneng dan sering” banget
“maen” ke dua kantin sastra
FYI, sastra punya 2
kantin, yang di bawah ataupun yang di atas) sampai aku jadi lumayan
dikenal di 2 tempat tersebut, selama aku jadi mahasiswi UNS, hehehe.
-
The
CROWD
Masyarakat Solo tuh
mostly ramah-ramah, tapi bukan rajin menjamah lho, ramah aka friendly
beneran. Orang-orang Solo masih pada murah senyum, baek-baek, dan
sopan sekian. Terutama para tukang becak (khususnya kalau kita naik
becak mereka tanpa pake menawar ongkos, hehehe).
-
The
AIR
Meskipun akhir-akhir
ini, udara siang begitu panas, dan udara malam lumayan dingin walau
kadang-kadang juga bikin gerah, hawanya masih lumayan enak lah. Bau
udaranya Solo banget deh! ^^
-
The
SPOTS
You name it, dari mulai
yang tradisional ampe modern, semua ada di sini. Dari Kraton
(Kratonnya ajah ada dua, Kasunanan ma Mangkunegaran), Kalitan, Psr.
Klewer, Psr. Gede, Sriwedari, TBS, ampe City Walk, Mushro, Hailai,
Solo Grand Mall (SGM), PGS, BTC atau Solo Square, dan masih banyak
lagi..
Di kota yang tidak
terlalu besar ini ada lumayan banyak tempat2 hangout gaul yang cukup
seru.
-
The
STREET
Nggak
pernah macet (kecuali di saat ada perayaan, karnaval budaya or
event-event tertentu semacam demonstrasi atau kirab massal).
Merupakan arena yang menyenangkan bagi para pengendara kendaraan
berban 2 atau beroda 4. Free traffic jams; guarantee, almost in every
time, every corner of street. Indahnya.
FYI
nama atau judul Bis yang beredar di jalan Solo lumayan “bernama”,
tapi alur treknya kurang bervariasi, mungkin karena jalur jalannya
yah cuman itu-itu ajah, jadi gampang diinget! Tapi jangan harap bisa
menemukan bis yang masih “bernyawa” setelah magrib, karena
sebagian besar udah pada masuk kandang jam 6 sore.
Walaupun
rada sempit dan sering jadi multifungsi, tapi jalan-jalan di Solo
Raya jauh lebih ramah daripada jalan-jalan di JKT. Sayangnya kurang
pedestrian friendly.
-
The
MEMORIES
Lot
of stories, lot of memories, esp. for me =P… in almost every corner
in this cozy city.
-
The
BOLO-BOLO
Teman,
sahabat, sisters and brothers of mine, lot of them that I’m gonna
miss a lot. Big hug and kiss, kiss for them; my bolo-bolo in Solo,
hohoho. I miss u all guys!
-
Bunch
of Relatives
Yeah,
para anggota keluarga sedarah. Secara, kedua orangtua’ku merupakan
native of solo (aka. keduanya merupakan Solonese, except for my Dad
yang konon kabarnya masih rada bau-bau Belande, wuih, kompeni jauh,
hehehe). Jadi, intinya yah banyak banget sodara aku yang ada dan
berasal dari kota ini, dan pasti bakal bikin aku kangen deh.
-
My
Granny
Eyang
putri, Mbah putri aku seorang, yang kadang membuat
kemampuan-berkomunikasi-dalam-berbahasa-Jawa-aku-yang-lumayan-kaku-rada-wagu
ini jadi terpakai dan sedikit terasah. I’ll gonna miss her so so
very much!! ><
-
My
CRIB
Definitely,
I will miss my room so much. Or, sekarang lebih tepatnya my-ex-room.
Sebuah
kamar kecil di lantai atas… yang sodara-sodara aku menyebutnya
sebagai “omah-mu-kui-loh” (mereka udah ngganggep ruangan atas
searea sebagai “rumah pribadi aku” gitu, secara yang menguasainya
adalah aku.. hehehe).
Kamar
atas’ku, Loteng, balkon tempat aku memandang langit, bintang (dan
jemuran para tetangga, ops… :P)
Only
ten things, but absolutely I’ll miss them very so much!
Sebenernya
banyak banget hal yang bikin aku jatuh hati dan jadi cinta mati ma
kota Surakarta atau yang lebih beken dengan nama Solo ini, tapi
karena sangking banyaknya bisa-bisa malah jadi bikin aku kangen dan
sedih lagi. Secara aku sudah hidup mengembara di kota ini selama
setengah dasawarsa. So,daripada jadi sedih, mending udah dirangkum
ajah lah jadi 10 biji diatas. Yang enak2, yang bikin kangen, tentu
bakal bisa bikin aku balik lagi, someday, next time.
Solo
BERSERI.
Kota
Solo Kota Berbudaya,
Kota
Solo penuh memori dan sejarah untukku, it’s a wonderful city of
mine
*[KariN,
July 2008]