Archive for May, 2008

green = iJO…

Monday, May 26th, 2008

Treesmall
Akhir-akhir ini isu pelestarian lingkungan atau lebih beken dengan gaung “go green” makin gencar saja beredar di seantero dunia, termasuk di Indonesia. Go green, yang secara hafiah berarti “menjadi (lebih) hijau” merupakan campaign tag bagi gerakan atau aksi lingkungan buat ngurangin efek pemanasan global.

Pemanasan global atau global warming udah jadi isu yang bener-bener mengglobal saat ini dan makin jadi kayak sebuah warning atau peringatan bagi kelangsungan hidup seluruh penghuni bumi. Jadi nggak heran kalo banyak orang yang tiba-tiba latah ngomongin global warming di mana-mana, nggak hanya di tv, tapi juga di bioskop, radio, koran, majalah atau di blog, bahkan aku pernah nemu kata ini di komik!. Dari orang biasa macam kita, anak balita ampe nenek-nenek, dari pejabat sampai selebritis pun jadi latah dan sering banget ngomongin kosa kata yang sekarang happening banget itu. “Let’s stop global warming”, begitu kata mereka.

Sebenernya apa sih ‘global warming’ itu sendiri?
Global warming atau lebih dikenal sebagai pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata di atmospher, lautan, dan daratan bumi sebagai akibat dari efek gas rumah kaca. Efek rumah kaca dapat dibayangkan sebagai sebuah proses. Atmosfer dianalogikan sebagai rumah kaca yang mengelilingi bumi. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus rumah kaca tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang.

Global warming jadi penyebab perubahan iklim yang nggak jelas, meningkatnya ketinggian air laut, banjir, badai, mencairnya es di kutub utara, musim kemarau yang panjang, sampai kebakaran hutan! 

Sekarang kita jadi tahu kan kenapa akhir-akhir ini di Indonesia sering banget terjadi bencana alam. Bahkan, katanya, kalau kondisi lingkungan tidak juga membaik, di tahun 2050, ada sekitar 2.000 pulau di Indonesia yang bakalan terendam air laut! Wuih, ngeri banget kan?

Pernah nonton film yang bertema “hijau” seperti An Inconvenient Truth, Earth atau the 11th Hour? Itu hanya beberapa contoh film dokumenter berbau lingkungan yang sudah aku tonton dan recommended banget. Great movies, penuh dengan gambar-gambar isi bumi yang indah. Film-film itu selain bikin kita amazed ma keindahan isi bumi, juga bikin kita para manusia bangun dan sadar bahwa banyak ulah manusia yang bikin si bumi (dan penghuninya) jadi makin sakit.

Trus gimana caranya biar kita bisa jadi lebih hijau dan ikut peduli melindungi bumi?
Well, sebenernya banyak banget yang bisa kita lakuin buat bumi kita tercinta ini.
Tapi, yang paling gampang dan yang paling penting ya dengan memulainya dari diri sendiri dulu. Kayak yang gampang-gampang aja, mulai dari hemat listrik dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik saat nggak dipakai, memilih naik kendaraan umum daripada naik kendaraan pribadi, menghemat pemakaian kertas, sampai ngurangin penggunaan kantong plastik misalnya dengan membawa wadah dari rumah pas beli bakso, jadi nggak perlu bungkus plastik (sst, menurut penelitian, sampah plastik hanya bisa didaur ulang sekali aja dan butuh waktu kurang lebih seribu tahun buat diuraikan di dalam tanah!).

Dengan membuat perubahan kecil dalam kebiasaan kita sehari-hari atau jadi sedikit lebih hijau (go green) dan ‘menularkannya’ ke keluarga, teman, kenalan, pacar atau pasangan, kita bisa membuat suatu perubahan. Karena, semua orang bisa membantu dan ikut peduli! Bukan menyelamatkan bumi saja, tetapi menyelamatkan manusia juga! [KariN]

Untuk tahu lebih banyak tentang pemanasan global dan aksi lingkungan hidup lainnya, kunjungi www.greenpeace.org, www.stopglobalwarming.org atau www.loveearth.com

1 clue.. for man only

Wednesday, May 21st, 2008

1 Puisi
‘tuk para lelaki

(It is
a clue about woman, so take smart look boys! ^-^)

 

Call
a woman a kitten, but never a cat;

You
can call her a mouse, cannot call her a rat;

Call
a woman a chicken, but never a hen;

Or
you surely will not be her caller again.

 

You
can call her a duck, cannot call her a goose;

You
can call her a deer, but never a moose;

You
can call her a lamb, but never a sheep;

Economic
she likes, but you can’t call her cheap.

 

You
can say she’s a vision, can’t say she’s a sight;

And
no woman is skinny, she’s slender and slight;

If
she should burn you up, say she sets you afire;

And
you’ll always be welcome, you tricky old liar.

 

(A poem
entitled “semantics” by John E. Donovan, in the Saturday Evening
Post,July
13, 1946 as cited in Mccrimmon’s)

wink in a coincidence

Wednesday, May 14th, 2008

Does God truly winks?

co·in·ci·dence   <kebetulan>
co·in·ci·dence [kō ínsidənss]
(plural co·in·ci·dences)
n
1.  Chance happening: something that happens by chance in a surprising or remarkable way 
2.  Happening without planning: the fact of happening by chance
3.  Having identical features: the fact or condition of happening at the same time or place or being identical (formal) 

wink           <mengedipkan sebelah mata>
wink [wingk]
v (past winked, past participle winked, present participle wink·ing, 3rd person present singular winks)
1.  vti gesture by closing one eye briefly: to close one eye briefly, usually either as a friendly greeting or to show that something just done or said is a joke or a secret

Encarta ® World English Dictionary © & (P) 1998-2004 Microsoft Corporation.

                    Tidak ada yang namanya kebetulan.
                    Dan apa yang tampak oleh kita sebagai sekadar kebetulan
                   Sebenarnya muncul dari sumber takdir yang terdalam

                                                Johann von Schiller


Rumusan kata kebetulan diuraikan dalam American Heritage Dictionary sebagai “Suatu urutan peristiwa yang meskipun terjadi tanpa disengaja tetapi sepertinya sudah direncanakan atau diatur”. Rumusan ini tentu saja memunculkan pertanyaan, “Direncanakan atau diatur oleh siapa?”

Sebagian besar orang akan mejawab, “Tentu saja oleh Tuhan.”
Terlepas dari apa pun sebutan yang kita gunakan untuk menyebut kekuatan hidup kreatif itu, sepertinya kekuatan itu bukan sekadar arsitek dari masa lampau, tetapi juga arsitek setiap menit dari kehidupan kita saat ini.

Jadi ada arsitek yang menciptakan hidup kita. Kalau begitu, apa peran kita di dalamnya?

Tentunya bukan sekadar duduk di tepian dan menonton kehidupan kita terkuak.

                    Nasib bukanlah soal kebetulan. Tetapi soal pilihan.
                    Nasib bukanlah sesuatu yang perlu ditunggu.
                    Tetapi sesuatu yang perlu dicapai.


                                        William Jennings Bryan


Kita bisa mempengaruhi masa depan dan takdir kita, dan isyarat Tuhan (yang merupakan sebuah isyarat, petunjuk ataupun pesan pribadi, langsung dari suatu kekuatan yang lebih tinggi, yang biasanya, meskipun tidak selalu, dalam bentuk kebetulan) bisa membantu kita melihat apakah pilihan kita sudah tepat.
Ketika kita membuat pilihan, menjalani hidup dari hari ke hari, dan belajar dari masa lalu, isyarat-isyarat yang kita terima adalah tepukan di punggung dari alam semesta yang meneguhkan kita untuk terus berjalan, meyakinkan kita untuk terus berpengharapan, dan membuat kita tetap hidup.

Kita hanya perlu menerima bahwa meskipun hidup seringkali merupakan misteri,
Kita –masing-masing individu—mempunyai peran di dalam semesta misteri itu terungkap.
Kita perlu bertindak untuk impian kita dan hadir untuk penampakan ilahi dalam kehidupan sehari-hari. Itulah takdir kita.

Mulai dari sekarang, manakala peristiwa kebetulan muncul, terutama di saat-saat penting dalam hidup kita, mudah-mudahan kita akan berkata, “Aaahhh, mungkinkah itu Isyarat Tuhan?”
Kemungkinan besar itu memang Isyarat Tuhan.

Segala sesuatu akan tampak berbeda bila kita mampu dan mau melihatnya dari sudut pandang yang lebih tinggi 

(Adapted from “When God Winks — How the Power of Coincidence Guides Your Life”, SQuire Rushnell, 2002)

“(You Want To) Make A Memory”

Friday, May 9th, 2008

Hello again, it’s you and me
Kinda always like it used to be
Sippin’ wine, killing time
Trying to solve life’s mysteries.
How’s your life, it’s been a while
God it’s good to see you smile
I see you reaching for your keys
Looking for a reason not to leave.

If you don’t know if you should stay
If you don’t say what’s on your mind
Baby just, breathe there’s no where else tonight we should be-
You wanna make a memory.

I dug up this old photograph
Look at all that hair we had
It’s bittersweet to hear you laugh
Your phone is ringing, I don’t wanna ask.

If you go now, I’ll understand
If you stay, hey, I got a plan
You wanna make a memory
You wanna steal a piece of time
You could sing a melody to me
And I could write a couple lines
You wanna make a memory.

If you don’t know if you should stay
And you don’t say what’s on your mind
Baby just, breathe there’s no where else tonight we should be-
You wanna make a memory
You wanna steal a piece of time
You could sing a melody to me
And I could write a couple lines
You wanna make a memory
You wanna make a memory