green = iJO…

Treesmall
Akhir-akhir ini isu pelestarian lingkungan atau lebih beken dengan gaung “go green” makin gencar saja beredar di seantero dunia, termasuk di Indonesia. Go green, yang secara hafiah berarti “menjadi (lebih) hijau” merupakan campaign tag bagi gerakan atau aksi lingkungan buat ngurangin efek pemanasan global.

Pemanasan global atau global warming udah jadi isu yang bener-bener mengglobal saat ini dan makin jadi kayak sebuah warning atau peringatan bagi kelangsungan hidup seluruh penghuni bumi. Jadi nggak heran kalo banyak orang yang tiba-tiba latah ngomongin global warming di mana-mana, nggak hanya di tv, tapi juga di bioskop, radio, koran, majalah atau di blog, bahkan aku pernah nemu kata ini di komik!. Dari orang biasa macam kita, anak balita ampe nenek-nenek, dari pejabat sampai selebritis pun jadi latah dan sering banget ngomongin kosa kata yang sekarang happening banget itu. “Let’s stop global warming”, begitu kata mereka.

Sebenernya apa sih ‘global warming’ itu sendiri?
Global warming atau lebih dikenal sebagai pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata di atmospher, lautan, dan daratan bumi sebagai akibat dari efek gas rumah kaca. Efek rumah kaca dapat dibayangkan sebagai sebuah proses. Atmosfer dianalogikan sebagai rumah kaca yang mengelilingi bumi. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus rumah kaca tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang.

Global warming jadi penyebab perubahan iklim yang nggak jelas, meningkatnya ketinggian air laut, banjir, badai, mencairnya es di kutub utara, musim kemarau yang panjang, sampai kebakaran hutan! 

Sekarang kita jadi tahu kan kenapa akhir-akhir ini di Indonesia sering banget terjadi bencana alam. Bahkan, katanya, kalau kondisi lingkungan tidak juga membaik, di tahun 2050, ada sekitar 2.000 pulau di Indonesia yang bakalan terendam air laut! Wuih, ngeri banget kan?

Pernah nonton film yang bertema “hijau” seperti An Inconvenient Truth, Earth atau the 11th Hour? Itu hanya beberapa contoh film dokumenter berbau lingkungan yang sudah aku tonton dan recommended banget. Great movies, penuh dengan gambar-gambar isi bumi yang indah. Film-film itu selain bikin kita amazed ma keindahan isi bumi, juga bikin kita para manusia bangun dan sadar bahwa banyak ulah manusia yang bikin si bumi (dan penghuninya) jadi makin sakit.

Trus gimana caranya biar kita bisa jadi lebih hijau dan ikut peduli melindungi bumi?
Well, sebenernya banyak banget yang bisa kita lakuin buat bumi kita tercinta ini.
Tapi, yang paling gampang dan yang paling penting ya dengan memulainya dari diri sendiri dulu. Kayak yang gampang-gampang aja, mulai dari hemat listrik dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik saat nggak dipakai, memilih naik kendaraan umum daripada naik kendaraan pribadi, menghemat pemakaian kertas, sampai ngurangin penggunaan kantong plastik misalnya dengan membawa wadah dari rumah pas beli bakso, jadi nggak perlu bungkus plastik (sst, menurut penelitian, sampah plastik hanya bisa didaur ulang sekali aja dan butuh waktu kurang lebih seribu tahun buat diuraikan di dalam tanah!).

Dengan membuat perubahan kecil dalam kebiasaan kita sehari-hari atau jadi sedikit lebih hijau (go green) dan ‘menularkannya’ ke keluarga, teman, kenalan, pacar atau pasangan, kita bisa membuat suatu perubahan. Karena, semua orang bisa membantu dan ikut peduli! Bukan menyelamatkan bumi saja, tetapi menyelamatkan manusia juga! [KariN]

Untuk tahu lebih banyak tentang pemanasan global dan aksi lingkungan hidup lainnya, kunjungi www.greenpeace.org, www.stopglobalwarming.org atau www.loveearth.com

Leave a Reply