pagi-pagi kog ajaib
Do you remember the laughter and the joy?
Hal yang paling penting adalah … “kamu TAHU bahwa kematian itu ada dan akan datang, YOU MUST KNOW, NOT AFRAID, JUST KNOW IT!” dia selalu berkata itu.
Setiap hari aku selalu sadar bahwa waktu atau durasi aku berkurang dan berkurang, ketika di saat yang bersamaan umur aku semakin bertambah dan bertambah bobot digitnya.
Sungguh tragis? Tidak juga, karena memang begitulah hidup ini apa adanya. Yang terlahir akan kembali bila masa aktifnya sudah expired. Menurutku yang mampu membuat siklus kurang dan tambah menjadi mengenaskan adalah ketika ada manusia yang tidak tahu bagaimana menikmati hidup yang sejatinya dijatah satu kali bagi setiap insani.
Suatu pagi, seperti biasanya aku melalui rute yang sama untuk dapat tiba di “hutan kecilku”. Namun, pagi ini ada yang tidak biasa. Ada kejadian diluar biasanya yang aku jumpai pagi ini. Ada sebuah pemandangan yang tak lazim yang aku temui di sekitar penyangga kokoh kaki-kaki rumah persinggahan Bus Trans Jakarta, hanya beberapa jarak dari kerajaan dimana ‘hutan kecilku’ berada. Pemandangan tak lazim yang cukup indah, menurutku, karena hal itu dapat membuatku tersenyum sambil menahan geli tawa di jiwa. Tanpa bermaksud sok tahu, namun aku tahu benar apa yang aku lihat dan aku rasakan saat itu.
Seorang laki-laki, entah masih bersifat cowok atau pria (aku tak peduli, hehehe) bersama seorang pria lainnya baru saja turun dari sebuah angkutan umum besar di pelataran halte di samping kaki-kaki kokoh rumah persinggahan si Busway. Ada yang beda dengan mereka berdua, begitu bedanya sampai mencolok mata semua orang yang berada di tengah keramaian hiruk pikuk kaum heterogen pagi kalangan jalan Sudirman, termasuk aku.
Dua pria berpenampilan gothic rada-rada punk. Tidak ada yang aneh sebenarnya dengan hal ini, karena memang banyak banget pemandangan ‘model begituan’ di Jakarta. Namun, yang membuat mereka tampak beda, karena salah satu dari keduanya tampak ‘sangat unik’ untukku.
Salah satu dari kedua pria itu memakai outfit gothic punk yang agaknya banyak berbeda dari yang biasanya. Sebagai deskripsi, si pria yang tidak boleh disebutkan identitas dirinya itu (karena memang aku nggak tahu dan nggak mau tahu ah) mengenakan kaus hitam dan jaket jins hitam belel khas anak punk rock gothic gitu deh dengan bawahan celana legging hitam dan rok, yup ROK tartar; rok tradisional skotlandia motif merah hitam nan pendek namun tak menggoda bila dibandingkan dengan apa yang digunakan oleh para ABG di sinetron kejar tayang (ups, not important).
Yup, pagi-pagi udah dapet pemandangan khas acara “Ripley’s: Believe it or Not”. Seorang cowok atau lebih sopannya seorang pria muda berjiwa punk rock gothic metal (I think I should just mention it this way, just in case ada perpaduan masing-masing elemen tersebut dalam fashion statement si pria tsb) yang menggunakan celana legging super ketat warna hitam dan dihiasi dengan rok skotlandia sebatas diatas dengkul dikit itu bersama teman satu padepokannya berlalu lalang dalam suasana ramai pagi di salah satu sudut sibuk Jalan Sudirman Jakarta pagi itu dan bagi beberapa orang, termasuk aku, telah sukses menjadikan rutinitas pagi hari itu sedikit berwarna (hitam dan merah). Yeah, that’s a fact and that’s real. Aku begitu kagumnya sampai tidak tega untuk berlalu secepatnya sambil tertawa di jiwa dan di muka setelah puas memandangnya sesaat, lalu bergegas menuju ‘hutan kecilku’ tanpa menoleh ke arah mereka yang tampaknya masih terlihat mencari-cari bus jurusan yang akan ditumpangi berikutnya.
Hanya beberapa detik yang telah menjadi bagian dari slideshow edisi pagiku di hari itu.
Buat si pria yang menjadi ‘cameo’ dalam episode ini, aku ucapkan terimakasih telah berbagi visi dan misi serta komposisi. Teman anda sungguh berani dalam ‘menyatakan’ jati dirinya. You guys rock! Eh punk! Eh, atau you guys rule? Ah jadi bingung, pokoknya keren deh…